Dari Megadeth Untuk Palu

Dari Megadeth Untuk Palu
 photo potrait adib hidayat_zpskhjcnq7k.jpg  Adib Hidayat

Tanggal 30 November 2018 di Hard Rock Café Jakarta akan dilaksanakan acara lelang gitar bertanda tangan 4 anggota band Megadeth yang beberapa waktu lalu sukses mengguncang festival musik JogjaRockarta, 27 Oktober 2018. Hasil lelang akan diberikan seluruhnya kepada saudara-saudara kita di Sulawesi yang membutuhkan banyak uluran tangan dari kita semua.

Saat menggelar jumpa media di Jogjakarta sehari sebelum pelaksanaan festival Jogjarockarta, Dave Mustaine (gitar dan vokal), Kiko Loureiro (gitar), David Ellefson (bass) serta Dirk Verbueren (drum) membubuhkan tanda tangan mereka di gitar merek Dean yang disiapkan pihak Rajawali Indonesia. Anas Syahrul Alimi dari Rajawalai Indonesia mengaku mendapat pujian atas ide tersebut langsung dari Dave Mustaine. “Dia bilang kepada saya, terimakasih untuk ide mulia ini,” katanya.

Beragam pihak bahu membahu dalam berupaya mengumpulkan dana untuk membantu korban bencana di Palu dan Donggala di Sulawesi yang saat ini perlu mendapat bantuan. Lewat cara masin-masing mereka berhasil mengumpulkan dana. Ada yang disalurkan lewat lembaga tertentu, ada juga yang mereka kirimkan sendiri.

Salah satu yang kebutuhan yang sangat mendesak dari daerah paska gempa adalah Hunian Sementara atau Huntara. Apalagi saat ini musim hujan telah turun merata. Sarana tempat berteduh sementara yang layak sangat mereka butuhkan.

Berangkat dari hal tersebut hasil Gala Dana 100 Biduan 100 Hits Untuk Palu dan Donggala yang berlangsung pada 5 Oktober 2018 di Kemang Village yang berhasil mengumpulkan dana Rp 19 Milyar memberikan perhatian khusus pada pembangunan Hunian Sementara ini.

Gala Dana meneruskan amanat banyak pihak tersebut lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat bagi pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban bencana gempa bumi, tsunami dan likuifaksi di Palu, Sulawesi Tengah. Penyerahan donasi disertai penandatangan kesepakatan pemanfaatan dana oleh kedua pihak di Gedung Cipta Karya Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (23/11/2018).

Menurut pihak Kementerian PUPR mereka akan menargetkan pembangunan sebanyak 1.200 Huntara yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala.

Huntara yang dibangun dengan model knockdown berukuran 12 x 26,4 meter persegi, dibagi menjadi 12 bilik dimana setiap biliknya dihuni oleh satu keluarga. Bangunan dilengkapi 4 toilet, 4 kamar mandi, septik tank, tempat mencuci, dapur dilengkapi listrik 450 watt untuk setiap bilik. Kementerian PUPR menargetkan pada pertengahan Desember pengungsi sudah bisa menempati Huntara. 

Semoga niat baik banyak pihak ini bisa membantu meringankan beban yang tengah dihadapi saudara-saudara kita di Sulawesi Tengah.