Kisah Distribusi Donasi APD #BikinNyatadiRumah

Kisah Distribusi Donasi APD #BikinNyatadiRumah

Akhirnya foto bukti terima donasi itu saya dapatkan dari pihak rumah sakit. Itu pun didapat setelah ditagih berkali-kali selama tujuh hari berturut-turut, akhirnya foto yang ada pada foto utama artikel blog ini mendarat di aplikasi Whats App saya.

Saya maklum, kondisi di rumah sakit di saat seperti ini, semua tenaga medis dan non-medis nya super-hectic. Jadi, untuk mengabulkan permintaan bukti terima donasi seperti ini pasti akan tertunda oleh tugas mendesak lainnya. Apalagi yang berkaitan langsung dengan pasien.

Adalah Pak Hario Soeprobo yang menyampaikan foto ini kepada saya. Beliau adalah Finance Director Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), yang juga menjadi salah satu penggerak gerakan RSCM Tanggap Bencana.

“Kita semua para proffesional sebagai volunteer untuk membantu RSCM yang memang bukan RS rujukan Covid-19 tapi sekarang tidak bisa menghindar untuk siap jadi RS rujukan juga. (Ini dilakukan) dengan membuat bangunan terpisah (bernama Kiara) untuk menerima dan merawat pasien Covid-19,” jelas Pak Hario tentang sekilas kondisi RSCM Jakarta.

Foto bukti terima donasi di atas adalah hasil penggalangan dana “Semoga Semua Baik-baik Saja” insiatif Kolase.com dengan band Mocca. Total terkumpul Rp 13,183,500 dari campaign yang berjalan dari 26 Maret hingga 5 April tersebut. Hasil ini tentunya diperoleh setelah dipotong ongkos produksi kaos yang merupakan reward untuk para booster yang sudah mendukung campaign ini.

Selain Mocca, ada juga The Rain yang hasil penggalangan dana nya telah sampai terlebih dahulu ke RSCM, seminggu sebelum Mocca. Melalui campaign #jabateratdarirumah yang berjalan sejak 20 Maret hingga 5 April, The Rain sukses mengumpulkan dana hingga Rp 7,492,500.

“Sekali lagi terima kasih dan sangat membantu sekali meski masih diperlukan lagi donasi-donasi lain untuk membeli berbagai peralatan,” ungkap Pak Hario saat pertama kali saya menunjukan bukti transfer ke rekening RSCM Tanggap Bencana.

Menurut Pak Hario, APD yang dibelanjakan pihak RSCM masih sedang dalam proses angkut dari China. Jadi tidak bisa langsung donasi, lalu dibelanjakan APD. Ada proses menunggu yang harus dilalui.

“(Kami masih) menunggu kargo dari bandara Shanghai di China. Ada sekitar 5000 pieces (APD) tapi kami sudah membelanjakan sebagian besar dana untuk 50 tambahan beds, mesin laundry disinfectan baru, hingga trolley mesin monitor,” tambahnya.

Tak semua campaigner seperti Mocca atau The Rain yang mendonasikan hasil penggalangan dananya melalui tim Kolase.com. Ada juga Barasuara yang memilih membelanjakan sendiri APD dan mendistribusikan langsung ke beberapa rumah sakit, termasuk RSCM di dalamnya.

Barasuara sendiri, berdasarkan laporan yang mereka posting di instagram feed mereka pada 7 April, berhasil mengumpulkan Rp 15,100,000 lewan campaign #lindungiparapejuang . Dari total dana tersebut dibelanjakan lah 50 set Hazmat, 60 buah masker N95, 100 buah masker bedah, 1000 buah alcohol swabs, 1000 buah nurse cap, 1000 pasang sarung tangan latex, dan 2000 ml hand sanitizer.

Sementara band Elephant Kind, melalui campaign #HumanKind, sukses mengumpulkan Rp 16,500,000 dan langsung didonasikan ke Yayasan Kita Bisa. Meski campaign #HumanKind direncanakan berjalan seminggu dari Senin, 23 Maret, tak sampai 24 jam, reward kaos #HumanKind telah ludes dan kuota penggalangan dana tercapai.

Cerita tadi tak lain adalah ragam kisah distribusi hasil crowdfunding campaign dalam gerakan #BikinNyatadiRumah milik Kolase.com. Melalui gerakan ini, dengan hanya mendukung crowdfunding campaign masing-masing musisi hanya dari rumah, tapi booster bisa #BikinNyata donasi APD yang dilakukan para musisi dan insan kreatif lainnya.

Hingga tulisan ini kamu baca, sebenarnya masih ada 3 crowdfunding campaign #BikinNyatadiRumah lainnya yang masih dalam tahap produksi reward (Sun Eater dan Kunto Aji) dan bahkan salah satunya masih berjalan (Souljah).

Melihat kesuksesan ini, kira-kira #BikinNyatadiRumah bakal lanjut nggak ya ke bulan Mei ini?